Lewati ke konten
cb Cerita Basim
← Kembali ke cerita teknis · produk · 13 Juni 2026

Cara bikin email domain sendiri dengan Cloudflare dan Resend

Panduan praktis membuat email seperti [email protected] tanpa membeli mail hosting: Cloudflare untuk menerima email, Resend untuk mengirim email dari domain sendiri.

Banyak orang mengira email custom domain selalu berarti harus membeli mail hosting. Padahal untuk kebutuhan awal, terutama untuk personal brand, landing page, SaaS kecil, atau UMKM, kita bisa memisahkan dua hal: menerima email dan mengirim email.

Cloudflare bisa dipakai untuk menerima email masuk lewat Email Routing. Resend bisa dipakai untuk mengirim email keluar dari domain yang sudah diverifikasi. Hasil akhirnya sederhana: alamat seperti [email protected] bisa masuk ke Gmail pribadi, sementara email aplikasi seperti OTP, invoice, dan notifikasi bisa dikirim dari domain sendiri.

Ini bukan pengganti penuh Google Workspace. Kamu tidak akan punya inbox webmail khusus seperti Gmail bisnis. Tapi untuk banyak kebutuhan awal, kombinasi ini sudah cukup rapi.

Gambaran alurnya

Bayangkan domain kamu adalah domainkamu.com.

Untuk email masuk:

  1. Orang mengirim email ke [email protected].
  2. Cloudflare menerima email itu karena MX domain diarahkan ke Cloudflare.
  3. Cloudflare meneruskan email ke inbox tujuan, misalnya Gmail pribadi kamu.

Untuk email keluar:

  1. Aplikasi kamu memanggil API Resend.
  2. Resend mengirim email dari alamat seperti [email protected] atau [email protected].
  3. DNS domain membuktikan bahwa Resend memang boleh mengirim email atas nama domain kamu.

Jadi Cloudflare mengurus inbound. Resend mengurus outbound.

Kapan cocok pakai setup ini

Setup Cloudflare + Resend cocok kalau kamu:

  • Punya domain sendiri dan ingin terlihat lebih profesional.
  • Tidak butuh inbox bisnis lengkap untuk banyak anggota tim.
  • Ingin email masuk tetap dibaca dari Gmail pribadi.
  • Butuh kirim email transaksi dari aplikasi, misalnya magic link, invoice, welcome email, atau notifikasi order.
  • Ingin menghindari biaya mail hosting di fase awal.

Kalau kamu butuh kalender perusahaan, shared mailbox, Drive tim, admin user, dan inbox penuh untuk banyak staff, langsung pakai Google Workspace atau Microsoft 365 akan lebih masuk akal.

Bagian 1: aktifkan Cloudflare Email Routing

Syarat paling penting: DNS domain harus dikelola di Cloudflare. Kalau domain masih pakai DNS bawaan registrar, pindahkan nameserver dulu ke Cloudflare.

Setelah domain aktif di Cloudflare:

  1. Buka dashboard Cloudflare.
  2. Pilih domain kamu.
  3. Masuk ke Compute > Email Service > Email Routing.
  4. Pilih Onboard Domain.
  5. Review DNS record yang akan ditambahkan Cloudflare.
  6. Klik Done.

Cloudflare akan menambahkan record untuk menerima email masuk, termasuk MX dan record autentikasi yang dibutuhkan untuk routing. Propagasi biasanya cepat kalau DNS sudah di Cloudflare, tapi tetap siapkan waktu sampai 24 jam kalau ada cache di luar.

Bagian 2: buat destination address

Destination address adalah inbox asli yang akan menerima forward.

Misalnya kamu ingin semua email ke [email protected] masuk ke [email protected].

Langkahnya:

  1. Masuk ke Email Routing > Destination Addresses.
  2. Tambahkan alamat tujuan, misalnya [email protected].
  3. Buka Gmail tersebut.
  4. Klik email verifikasi dari Cloudflare.

Cloudflare tidak akan mengaktifkan rule forwarding sampai alamat tujuan sudah diverifikasi. Ini penting supaya tidak ada orang yang bisa memaksa Cloudflare mengirim email ke inbox orang lain tanpa izin.

Bagian 3: buat alamat email custom

Setelah destination address aktif, buat routing rule:

  1. Masuk ke Email Routing > Routing Rules.
  2. Klik Create routing rule.
  3. Isi email pattern, misalnya halo.
  4. Pilih domain kamu.
  5. Action: Send to an email.
  6. Destination: pilih Gmail yang sudah diverifikasi.
  7. Simpan.

Sekarang [email protected] akan diteruskan ke Gmail kamu.

Untuk bisnis kecil, biasanya saya buat beberapa alamat:

Jangan terlalu banyak di awal. Mulai dari satu atau dua alamat yang benar-benar dipakai.

Bagian 4: verifikasi domain di Resend

Sekarang bagian kirim email keluar.

Masuk ke dashboard Resend, lalu:

  1. Buka menu Domains.
  2. Tambahkan domain kamu.
  3. Resend akan menampilkan DNS record yang harus dipasang.
  4. Buka Cloudflare DNS.
  5. Tambahkan record yang diminta Resend.
  6. Kembali ke Resend dan klik verify.

Resend biasanya memberikan konfigurasi untuk DKIM, SPF, dan DMARC. Jangan menebak-nebak nilainya. Salin dari dashboard Resend karena setiap domain bisa mendapat value berbeda.

Hal yang sering bikin gagal: SPF dobel.

Dalam DNS, domain seharusnya tidak punya dua TXT record SPF terpisah seperti ini:

v=spf1 include:_spf.google.com ~all
v=spf1 include:amazonses.com ~all

Kalau ada lebih dari satu layanan pengirim, gabungkan dalam satu record SPF:

v=spf1 include:_spf.google.com include:amazonses.com ~all

Ikuti value dari layanan yang kamu pakai. Intinya: satu domain, satu SPF policy utama.

Bagian 5: kirim email pertama dari aplikasi

Setelah domain verified, kamu bisa kirim email dari kode.

Contoh sederhana dengan Node.js:

import { Resend } from "resend";

const resend = new Resend(process.env.RESEND_API_KEY);

await resend.emails.send({
  from: "Halo Domain Kamu <[email protected]>",
  to: "[email protected]",
  subject: "Selamat datang",
  html: "<p>Terima kasih sudah daftar.</p>",
});

Untuk aplikasi production, pisahkan alamat berdasarkan fungsi:

Jangan kirim email marketing massal dari domain yang sama dengan email transaksional penting. Kalau reputasi marketing turun, email OTP dan invoice bisa ikut terdampak.

Checklist sebelum dipakai serius

Sebelum kamu taruh email ini di landing page, cek ini dulu:

  • Kirim email dari Gmail lain ke [email protected].
  • Pastikan email masuk ke inbox tujuan.
  • Cek folder spam.
  • Kirim email keluar lewat Resend ke Gmail dan Outlook.
  • Pastikan nama pengirim dan alamat pengirim benar.
  • Cek DKIM, SPF, dan DMARC lulus di header email.
  • Buat DMARC minimal dengan policy monitoring dulu, misalnya p=none.

Jangan langsung mulai dengan DMARC p=reject kalau kamu belum yakin semua pengirim resmi sudah masuk SPF/DKIM. Mulai dari observasi, baru perketat.

Kelebihan setup ini

Kombinasi Cloudflare + Resend terasa enak karena sederhana.

Cloudflare sudah menjadi tempat DNS, jadi menambahkan routing email tidak membuat stack makin berantakan. Resend juga punya pengalaman developer yang ringan: API jelas, dashboard rapi, dan cocok untuk email transaksional.

Untuk founder yang baru meluncurkan produk, ini cukup untuk terlihat profesional tanpa membeli suite email lengkap.

Batasannya

Ada beberapa batas yang perlu jujur disebutkan.

Pertama, Cloudflare Email Routing bukan inbox. Ia hanya meneruskan email. Kalau kamu membalas dari Gmail pribadi tanpa konfigurasi tambahan, penerima bisa melihat alamat Gmail kamu sebagai pengirim.

Kedua, Resend bukan tempat membaca email masuk. Resend dipakai untuk mengirim.

Ketiga, deliverability tetap perlu dijaga. Jangan kirim email tanpa consent, jangan beli list, dan jangan pakai domain utama untuk eksperimen blast yang agresif.

Kesimpulan

Kalau kebutuhanmu adalah membuat email custom domain yang praktis, murah, dan cukup profesional, Cloudflare + Resend adalah kombinasi yang masuk akal.

Pakai Cloudflare untuk menerima email dan forward ke inbox yang sudah kamu pakai. Pakai Resend untuk mengirim email otomatis dari aplikasi. Begitu bisnis tumbuh dan butuh inbox tim sungguhan, baru naik kelas ke Google Workspace, Microsoft 365, atau layanan email hosting penuh.

Referensi resmi:

Komentar

Memuat komentar…

Tinggalkan komentar

Markdown ringan didukung: **bold**, *italic*, `code`, [link](url). Komentar pertama dari email baru akan dimoderasi.

0/2000 karakter